FAKTA Wali Kota Tanjungpinang Meninggal sebab Corona, Dimakamkan Tanpa Cara Upacara
Daftar Poker 2019/2020 daftar situs poker
Agen Bola88 Daftar poker online
close

FAKTA Wali Kota Tanjungpinang Meninggal sebab Corona, Dimakamkan Tanpa Cara Upacara

Kamis, 30 April 2020, April 30, 2020

Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul, meninggal dunia pada Selasa (28/4/2020) sore karena terinfeksi virus corona (Covid-19).

Berita kesedihan tersebut dikoreksi oleh Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Tjetjep Yudiana.

"Iya, Beliau meninggal," ungkap Tjetjep, dikutip dari TribunBatam.

Dikenal, Syahrul telah beberapa hari dirawat di rumah sakit sebab positif Covid-19.

Sebelum kesudahannya meninggal, Syahrul dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Raja Ahmad Thabib.

Tjetjep mengatakan keadaan Syahrul sempat membaik meski mengenakan ventilator sebagai alat bantu pernapasan.

Tetapi, Syahrul walhasil menghembuskan nafas terakhir pada pukul 16.45 WIB.

Jenazah sudah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pusara Bhakti Batu 5 Tanjungpinang.



Sang istri, Hj Juwariyah juga menghadiri pemakaman suaminya, dilansir oleh Kompas.com.

Juwariyah tampak tegar menyaksikan cara kerja pemakaman Syahrul.

Ia menghadiri pemakaman dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan duduk di kursi roda.

Tidak hanya istri mendiang, sejumlah kerabat serta pejabat di lingkup Pemerintah Kota Tanjungpinang juga terlihat menghadiri pelaksanaan pemakaman tersebut.

Acara ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan cara kerja tabur bunga.

Progres tabur bunga dilakukan oleh kerabat dan keluarga Syahrul.

Padahal pemakaman memakai prosedur corona, dari kejauhan nampak sejumlah warga Tanjungpinang ikut serta menyaksikan cara kerja pemakaman Syahrul.

Kendati demikan, masyarakat berada di balik penjagaan ketat aparat keamanan.

Dimakamkan Tanpa Progres Upacara

Syahrul dimakamkan berdampingan dengan makam eks Gubernur Kepulauan Riau HM Sani di TMP Pusara Bhakti Batu 5 Tanjungpinang

Dandim 0315 Bintan Kolonel Inf I Gusti Ketut Artasuyasa mengatakan, progres pemakaman Syahrul digelar tanpa pengerjaan upacara apa bahkan.

Tapi, I Gusti Ketut menyebut, pemakaman almarhum dilakukan sesuai protokol kesehatan penanganan Covid-19.

“Tak ada progres upacara apa malahan, namun lokasi makamnya bersebelahan dengan makam eks Gubernur Kepri HM Sani,” kata dia via telepon, Selasa (28/4/2020), diinformasikan oleh Kompas.com.

I Gusti juga menerangkan untuk petugas yang melakukan pemakaman juga seharusnya meniru seluruh prosedur dan tak dapat sembarangan.

Petugas pemakaman mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap sesuai protokol kesehatan.

Karena, ia mengatakan, hal ini dilaksanakan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang kian merebak.

Sementara itu, I Gusti Ketut menyuarakan doa untuk mendiang agar diberikan tempat disisi Ilahi.

“Kita berdoa semoga amal ibadah mendiang diterima sisi Maha," jelasnya.

Istri dan Dokter Pribadi Positif Corona

Sang istri, Juwariah pun diungkapkan positif virus corona karena sudah tertular dari suaminya.

Kecuali sang istri, dokter pribadi Syahrul juga terinfeksi Covid-19.

Tjetjep Yudiana mengatakan, hasil pemeriksaan keduanya rupanya menampilkan seandainya positif virus corona.

Ia menambahkan, hasil itu keluar pada Jumat (17/4/2020) malam.

"Kami mendapatkan akhirnya semalam," ujar Tjetjep, Sabtu (18/4/2020) siang, dikutip dari TribunBatam

Selain itu, Tjetjep menjelaskan, masih ada sekitar 25 orang lagi yang belum keluar hasil tes PCR-nya.

25 orang itu yakni member keluarga yang masuk klaster Syahrul.

"Mudah-mudahan hasil itu bisa keluar secapatnya," ungkap Tjetjep.

Adapun istri Syahrul masuk kasus positif ke 19.

Meskipun, dokter pribadi Syahrul masuk kasus positif 20 di Kota Tanjungpinang.

(Tribunnews.com/Indah Aprilin) (TribunBatam/Thom Limahekin) (Arah.com/Kontributor Batam, Hadi Maulana)

TerPopuler